Tampilkan postingan dengan label Tekno. Tampilkan semua postingan

Twitter Sekarang Support Gambar GIF

Twitter , salah satu jejaring sosial yang paling digemari seluruh orang di dunia terutama indonesia telah menambahkan fitur tambahan didalamnya, kali ini kita bisa mengupload foto profile dengan menggunakan gambar animasi bergerak atau biasa yang disebut dengan Gif image.
twitter-gif-transparent
Fitur terbaru dari Twitter ini tidak hanya bisa digunakan versi web saja, namun bisa  digunakan juga di perangkat yang berbasis Android ataupun IOS. Sebenarnya format gambar GIF ini sudah diperkenalkan oleh pihak Twitter sejak lama, namun user harus menggunakan aplikasi pihak ketiga atau dengan bantuan aplikasi tambahan Giphy.
Dengan adanya fitur terbaru ini, kali ini di Twiiter anda  bisa mengirimkan gambar animasi bergerak berformat Gif kepada followers anda tanpa menggunakan aplikasi pihak ketiga, menjadikan mention anda ke teman, ataupun pasangan semakin menarik. Mungkin fitur ini bisa dibilang biasa saja atau kurang menarik, namun sepengetahuan saya baru kali ini ada jejaring sosial yang bisa mendukung  format Gif, tidak ada salahnya kalau kita mencoba, biar kita tidak dibilang kudet (kurang update).
Twitter-GIF-JPEG-question
Namun belum ada informasi resmi mengenai bagaimana cara menggunakan fitur terbaru ini, apakah perlu diadakan update untuk aplikasi Android atupun IOS yang sudah digunakan, akan tetapi pihak Twitter berjanji akan segera menyediakan fitur terbarunya tersebut dalam waktu dekat ini.
Sayangnya fitur terbaru Twitter ini tidak akan bisa digunakan untuk pengguna Windowsphone, pihak Twiiter sendiri tidak menyebutkan apakah kedepannya fitur gambar animasi Gif ini dapat digunakan juga untuk pengguna Windowsphone atau tidak. Dan sepertinya pihak dari Microsoft selaku produsen dari Windowsphone tersebut memang harus bekerja keras untuk menarik minat para developer agar menyediakan sebuah aplikasi yang sinkron atau support juga  dengan OS Windowsphone.


(Sumber : OKETEKNO.COM)

SEJARAH MOUSE


Mouse pertama kali ditemukan pada tahun 1963, oleh seorang penemu Amerika dari Stanford Research Institute, bernama Dr. Douglas C. Engelbart. Mouse yang pertama merupakan sebuah perangkat yang sangat sederhana. Terbuat dari kayu, memiliki satu tombol kecil di sebelah kanan atasnya, kemudian memiliki dua roda besi kecil di dalamnya. Saat itu, alat ini diberinama resmi “X-Y position indicator for a display system” (Indikator posisi X-Y untuk sebuah system tampilan). Karena bentuknya yang memiliki kabel panjang, dan menyerupai seekor tikus, alat ini kemudian dipanggil “mouse” (Tikus). Kursor di layar pun sebenarnya mempunyai nama “bug” (serangga). Tapi nama ini tidak menjadi terlalu populer.
Pada awalnya, Douglas mencoba untuk menemukan Pointing Device (Alat penunjuk) yang lain, seperti alat yang digerakkan oleh dagu atau hidung. Akan tetapi, mouse-lah yang dianggap paling sederhana dan paling mudah untuk digunakan.
 Mengenai mouse ini, kemudian dikembangkan oleh perusahaan komputer Apple, Inc. (Pengembang system operasi Macintosh). Maka dari itu, Apple-lah yang akhirnya mendapatkan paten dari penggunaan mouse.



            Dilihat dari Jenis-jenis port  mouse, ada 4 macam mouse:

1.      Mouse Serial
     Mouse yang sudah jarang dipakai oleh masyarakat umum. Biasanya mouse ini digunakan pada komputer Pentium 1 dan Pentium 2.

2.      Mouse PS/2
      Mouse yang digunakan pada komputer Pentium 3 dan Pentium 4.
 
3.      Mouse USB
     Mouse yang sudah umum digunakan oleh masyarakat luas. Digunakan pada komputer Pentium 3 dan Pantium 4.
 
4.      Mouse Wirelless
      Mouse terbaru tanpa kabel. Kini Mouse Wireless sudah meluas dikalangan masyarakat.








Dilihat dari sensornya, ada 3 macam mouse :
  • 1.     Mouse mekanik, yaitu mouse dengan sensor mekanik berupa bola karet/logam di sisi bawah mouse yang dapat berputar kesemua arah. Sensor mekanik tersebut mendeteksi arah putar bola dan menggerakkan pointer/kursor pada layar sesuai arah tersebut.
  • 2.     Mouse optomekanik, sama dengan mouse mekanik tetapi menambahkan sensor optik untuk mendeteksi gerakan dari bola mouse.
  • 3.     Mouse optik, menggunakan sinar laser atau sinar LED (Light Emitting Diode) untuk mendeteksi pergerakan mouse. 

1.   MOUSE MEKANIK (Mouse Bola) 

         Perkembangan selanjutnya dilakukan oleh Bill English di Xerox PARC pada awal tahun 1970. Ia menggunakan bola yang dapat berputar kesegala arah, kemudian putaran bola tersebut dideteksi oleh roda-roda sensor didalam mouse tersebut. Pengembangan tipe ini kemudian melahirkan mouse tipe Trackball, yaitu jenis mouse terbalik dimana pengguna menggerakkan bola dengan jari, yang popular antara tahun 1980 sampai 1990. Xerox PARC juga mempopulerkan penggunaan keyboard QWERTY dengan dua tangan dan menggunakan mouse pada saat dibutuhkans aja.




2.   MOUSE OPTOMEKANIK (Mouse Optikal)      

         Selain mouse bola, saat ini banyak digunakan mouse optikal. Mouse optikal lebih unggul dari mouse bola karena lebih akurat dan perawatannya lebih mudah dibandingkan mouse bola. Mouse optikal tidak perlu dibersihkan, berbeda dengan mouse bola yang harus sering dibersihkan karena banyak debu yang menempel pada bolanya.
          Mouse optikal pertama dibuat oleh Steve Kirsch dari Mouse Systems Corporation. Mouse jenis ini menggunakan LED (light emitting diode) dan photo diode untuk mendeteksi gerakan mouse. Mouse optikal pertamahanya dapat digunakan pada alas (mousepad) khusus yang berwarna metalik bergaris-garis biru-abu-abu.
  




3.   MOUSE OPTIK(Mouse Laser)

       Mouse laser pertama kali diperkenalkan oleh Logitech, perusahaan mouse terkemuka yang bekerjasama dengan Agilent Technologies pada tahun 2004, dengan nama Logitech MX 1000. Logitech mengklaim bahwa mouse laser memilki tingkat akurasi 20 kali lebih besar dari mouse optikal. Dasar kerja mouse optikal dan mouse laser hampir sama, perbedaannya hanya penggunaan laser kecil sebagai pengganti LED digunakan oleh mouse optikal. Saat ini mouse laser belum banyak digunakan, mungkin karena harganya yang masih mahal.




Cara kerja dari mouse itu sendiri yaitu dengan cara menggunakan pancaran sinar laser yang tak kasat mata-ada sih yang sedikit terlihat. Sinar laser yang dipancarkan bergerak mengikuti tangan pengguna. Sinar laser itu menghidupkan sistem sensor optik seperti pada mouse optik biasa. Ribuan gambar diambil dalam waktu satu detik untuk mengetahui pergerakan mouse. Koordinat yang dikirim mouse kemudian digunakan komputer untuk memosisikan pointer. Mouse laser punya keunggulan yang sama ketimbang mouse yang pakai bola. Kalau dibandingkan dengna mouse optik biasa, mouse laser punya keuntungan. Mouse laser bisa digunakan hampir di mana saja, termasuk di tempat di mana mouse optik sulit sekali dipakai, misalnya pada paha yang terbungkus celana jins. Mouse laser cocok sekali untuk dibawa bepergian bersama laptop karena orang tidak perlu membawa mouse pad, bisa dipakai dengan alas apapun dan (kalau nirkabel) tidak ribet dengan kabel.
 
Dari semua perkembangan mouse, yang tidak banyak berubah adalah jumlah tombolnya. Semua mouse memiliki tombol antara satu sampai tiga buah. Mouse pertama memiliki satu tombol. Kebanyakan mouse saatini, yang didesain untuk Microsoft Windows, memiliki dua tombol. Beberapa mouse modern juga memiliki sebuah Wheel untuk mempermudah scrolling. Sementara itu, Apple memperkenalkan mouse satu tombol, yang tidak berubah hingga kini.
Mouse modern juga sudah banyak yang tanpa kabel, yaitu menggunakan teknologi wireless seperti Infra Red, gelombang radio ataupun Bluetooth. Mouse wireless yang popular saat ini menggunakan gelombang radio ataupun Bluetooth. Sedangkan mouse yang menggunakan Infra Red kurang begitu popular karena jarak jangkauannya yang terbatas, selain itu juga kurang praktis karena antara mouse dan penerimanya tidak boleh terhalang.

     Berikut ini adalah beberapa fungsi mouse:

  1. Memasukkan perintah kepada komputer dimana cara kerja dari mouse ini adalah dengan cara menggeser - geser mouse di permukaan papan yang datar.
  2. Penggerak pointer untuk menunjukkan lokasi tertentu di layar monitor.
  3. Digunakan untuk melakukan kegiatan yang disebut dengan: klik (memilih item), double klik (membuka file), klik tahan dan geser / drag drop (memindahkan item) dan klik kanan (menampilkan pilihan menu perintah).
  4. Berfungsi untuk menggulung (scrolling) layar dengan menggunakan roda scroll.
  5. Mendeteksi gerakan 2 dimensi secara relatif terhadap posisinya sekarang.
  6. Membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat. Terlebih bagi kita yang sering melakukan aktivitas mengedit foto atau membuat desain.
  7. Memperbesar atau juga memperkecil tampilan worksheet.
  8. Mengaktifkan command button dan juga melakukan suatu aksi tertentu pada aplikasi.
  9. Untuk perintah yang tidak menyediakan menu shortcut, tombol kanan pada mouse berfungsi sebagai tombol enter.
  10. Mouse juga bisa berfungsi sebagai pengontrol perbesaran tampilan objek.
  11. Mouse juga mampu berfungsi melakukan konversi dan isntruksi ke dalam bentuk sinyal elektronik yang dapat dimengerti oleh komputer.


conections


KONEKSI INTERNET VIA LAYANAN SPEEDY ADSL



Pendahuluan & Perkembangan Jaringan Akses x-DSL

Prinsip sederhana x-DSL sebenarnya adalah menyalurkan sinyal dengan bandwidth besar pada satu pasang kabel telepon yang sudah ada, sehingga bisa ditumpangkan dua sinyal yang berbeda, yaitu sinyal data (internet) dan sinyal suara/voice (telepon).
Saat ini costumer atau pelanggan layanan jaringan akses multimedia untuk format teknologi DSL (x-DSL) memiliki permintaan akan kebutuhan bandwidth yang besar tetapi dengan harga atau biaya layanan yang kecil. Dilihat dari alasan ini, maka varian teknologi DSL (x-DSL) berkembang sejalan dengan kebutuhan costumer akan kapasitas bandwidth yang besar. Hal ini terlihat pada Gambar 1.1 di bawah ini yang merupakan evolusi dari layanan jaringan akses x-DSL.


Gambar 1.1

Secara khusus sesuai dengan perkembangan atau evolusinya, huruf “x” pada x-DSL dapat diganti dengan beberapa variannya (Tabel 3.1), antara lain:

1. IDSL (Integrated Services Digital Network DSL)
IDSL merupakan teknologi DSL dengan menggunakan metode ISDN (Integrated Services Digital Network) sistem Channel Bank, V.51 atau V5.2, dimana kecepatan maksimum transfer datanya adalah 128 Kbps. IDSL hanya dapat digunakan sebagai komunikasi data.

2. HDSL (High bit rate DSL)
High bit rate Digital Subscriber Line yaitu standar komunikasi point to point 2 twisted pair copper cable dengan kecepatan maksimum transfer datanya hingga 2 Mbps pada lebar pita 80 KHz sampai 280 KHz.

3. SDSL (Symmetric DSL atau Single line DSL)
Symmetric Digital Subscriber Line yaitu standar komunikasi data dimana bandwidth sinyal yang masuk dan keluarnya sama (simetris) dengan kecepatan maksimum transfer datanya adalah sekitar 2 Mbps.

4. ADSL (Asymmetric DSL)
Asymmetric Digital Subscriber Line, yaitu komunikasi jaringan internet dengan kecepatan tinggi, dimana bandwidth sinyal yang masuk tidak sama dengan sinyal yang keluar (asimetris), dimana kecepatan maksimum transfer datanya dapat mencapai hingga 8 Mbps. Berdasarkan bit rate-nya, teknologi ini dibagi menjadi dua, yaitu Full Rate ADSL dan G. Lite (Half Rate) ADSL. Kecepatan transfer data yang berbeda untuk upstream dan downstream pada ADSL sangat sesuai dengan model internet, karena para user kebanyakan menggunakan bandwidth yang masuk (downstream) lebih besar dibanding bandwidth yang keluar (upstream).

5. VDSL (Very high bit rate DSL)
Very high bit rate Digital Subscriber Line yaitu standar komunikasi dengan dua kabel, dimana bit rate maksimumnya mencapai sekitar 50 Mbps. VDSL memanfaatkan kabel telepon yang sudah ada, misalnya sambungan telepon dari satu gedung ke gedung lainnya yang berdekatan, bisa dimanfaatkan untuk memasang perangkat VDSL, sehingga selain menyambung pesawat telepon, juga bisa menghubungkan dua komputer dalam jarak yang lumayan jauh.


Gambar 1.2

Teknologi x-DSL menggunakan metode “One Pair for All” seperti terlihat pada Gambar 1.2. Dalam hal ini, teknologi x-DSL memanfaatkan 1 pair kabel tembaga yang dapat digunakan untuk 3 macam aplikasi, yaitu voice (POTS), data (internet), dan video (video on demand, music on demand).


Teknologi ADSL

Teknologi Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL) dikembangkan dari teknologi kawat yang memungkinkan pemindahan data sampai 10 Mbps. Teknologi ADSL ini merupakan teknologi akses yang memungkinkan terjadinya komunikasi data, suara dan video secara bersamaan pada suatu media jaringan akses kabel tembaga.
Implementasi dari teknologi ADSL menggunakan jaringan telepon untuk mendapatkan jalur akses komunikasi data kecepatan tinggi dan menyalurkan data hingga 8 Mbps sampai ke sisi pelanggan. Teknologi ini merupakan proses rekayasa dari keterbatasan teknologi telepon dengan mengenalkan akses internet kecepatan tinggi kepada seluruh pelanggan dengan biaya yang mudah dijangkau.
Dilihat dari layanannya, teknologi ADSL dapat menyalurkan beberapa layanan kepada setiap user, antara lain berupa voice, jasa internet, video on Demand (VoD), broadcasting TV, video camera atau surveylence & traffic monitoring, interactive services (contohnya: on-line game).
Teknologi ADSL di Indonesia yang memakai jaringan yang dimiliki oleh perusahaan telekomunikasi Indonesia, yaitu PT. TELKOM dengan bekerja sama dengan perusahaan penyedia Multimedia Akses yang khusus menyediakan perangkat DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer) sebagai modem ADSL yang dipasang di sentral telepon sehingga bisa melayani pelanggan. Perbandingan kemampuan teknologi modem ADSL yang mampu menyediakan kecepatan transfer data yang tinggi hingga 8 Mbps.

Spesifikasi Teknologi ADSL

Aplikasi dalam service ADSL memerlukan 1 pair kabel tembaga dengan menambah modem ADSL pada ujung jaringan pelanggan yang di dalamnya terdapat tiga kanal informasi, yaitu:
1. Kanal downstream kecepatan tinggi.
2. Kanal upstream kecepatan sedang.
3. Kanal telepon untuk voice.
Kecepatan data yang dihasilkan pada teknologi ADSL sangat tergantung dari beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas jaringan, seperti: tahanan jaringan, banyaknya sambungan dan interferensi antar kabel. Umumnya kualitas jaringan akan semakin bagus apabila jarak kabel yang digunakan semakin pendek.
Pengaplikasian teknologi ADSL memerlukan modem ADSL sebagai titik koneksi jaringan antara sisi sentral dan sisi pelanggan (user). Modem yang terletak di sisi sentral disebut ADSL Tranceiver Unit Central (ATU-C) dan modem pada sisi pelanggan disebut ADSL Tranceiver Unit Remote (ATU-R). Baik ATU-C maupun ATU-R merupakan perangkat modem yang sekaligus dilengkapi dengan perangkat splitter. Teknologi ADSL ini sangat cocok diimplementasikan untuk layanan multimedia dalam hal jaringan akses internet.

Pembagian Band Frekuensi dan Modulasi Sinyal ADSL

POTS tradisional menggunakan pita sempit sebesar 4 KHz untuk menyalurkan sinyal voice analog. Hal ini berarti dengan menggunakan modulasi serumit apapun, teknologi modem dial-up saat ini hanya akan mencapai throughput maksimal sampai 56 Kbps (56 Kbps downstream and 32 Kbps upstream). Untuk mendapatkan throughput lebih tinggi (sampai dengan 8 Mbps), ADSL menggunakan range frekuensi dari 25 KHz hingga 1,1 MHz.
Perkembangan teknologi ADSL bergantung kepada kemajuan pemrosesan sinyal digital dan algoritma yang kreatif untuk mendapatkan informasi melalui kabel telepon twisted pair. Untuk menciptakan banyak channel, ada salah satu cara pembagian band frekuensi pada sinyal ADSL, yaitu Frequency Division Multiplexing (FDM). FDM menggunakan bervariasi band frekuensi untuk menyalurkan data upstream dan downstream. Daerah frekuensi 0 KHz – 4 KHz digunakan untuk layanan POTS (voice), daerah frekuensi 25 KHz – 138 KHz digunakan untuk menyalurkan data upstream dan daerah frekuensi 138 KHz – 1,1 MHz digunakan untuk menyalurkan data downstream. Lebar pita tambahan (guard band) dimaksudkan untuk mencegah munculnya crosstalk di antara channel data (upstream dan downstream data) dan suara (POTS). Band frekuensi yang digunakan adalah seperti pada Gambar 3.3
Teknik modulasi sinyal yang digunakan pada ADSL ada dua macam, yaitu DMT (Discrete Multi Tone) dan CAP (Carrierless Amplitude Phase) [3]. Ide dasar dari DMT adalah membagi atau mengalokasikan bandwidth yang tersedia untuk transmisi data menjadi sub-sub kanal dalam jumlah yang besar, sehingga mendapatkan kemampuan transmisi yang maksimal dari tiap sub kanal. Teknik modulasi DMT dapat dilihat pada Gambar 3.3.


Gambar 1.3

Konfigurasi Speedy

Konfigurasi Umum Speedy


Gambar 1.4


Gambar 1.5

Adapun penjelasan dari arsitektur umum Speedy (Gambar 1.5) adalah sebagai berikut:
1. Pada sisi pelanggan terdapat instalasi yang wajib difasilitasi, yaitu:
a. Modem ADSL, sebagai contoh modem ADSL Huawei.
b. Splitter, dimana pada perangkat ini terjadi pembagian voice dengan data. Pada splitter terdapat 3 port, yaitu port LINE, NT, dan POTS.
2. Saluran Penanggal (Drop Wire/DW) atau Drop Cable
    Dilakukan penarikan kabel tembaga (copper) 2 wire (a/b wire) bawah tanah dari KTB (Kotak Terminal Bagi) yang ada di rumah pelanggan hingga ke tiang telepon.
3. Distribution Point (DP)
    DP memiliki kapasitas maksimum kabel tembaga hingga 20 pair, tergantung kebutuhan di suatu wilayah, yang nantinya dari DP ini akan dihubungkan ke tiang telepon terdekat.
4. Kemudian dari DP, kabel tembaga dihubungkan ke Rumah Kabel (RK) dengan kapasitas maksimum hingga 1200 pair, dimana kabel tembaga yang terhubung dari DP hingga RK disebut sebagai “kabel sekunder”.
5. Kabel sekunder sebagai kabel output atau keluaran dari RK terhubung langsung ke ruang MDF (Main Distribution Frame) di sisi sentral (STO/Local Exchange) TELKOM masing-masing wilayah. Kabel yang terhubung dari MDF ke RK disebut sebagai “kabel primer”. Dalam hal ini, minimal 90% dari kabel yang digunakan adalah “kabel tembaga murni”. Apabila ada saluran tembaga yang menggunakan saluran “pengganda”, maka layanan Speedy tidak dapat dipasang.
6. Untuk layanan Speedy Huawei sendiri digunakan perangkat DSLAM yang diproduksi langsung dari perusahaan Huawei. Pada DSLAM Huawei ini akan terjadi proses pembagian voice dan data, dimana perangkat ini memiliki sistem kerja seperti splitter sekaligus modem ADSL yang ada di sisi sentral.

1.Modem


2.Splitter

3. Kabel RJ45 & RJ111


4.DSLAM


Arsitektur Jaringan Speedy

Arsitektur Jaringan Speedy Alcatel + Siemens





Arsitektur jaringan Speedy Alcatel dan Siemens menggunakan ATM Switch sebagai penghubung DSLAM.Pada DSLAM yang berbasiskan ATM Switch, mempunyai keterbatasan sambungan yang dapat dilakukan sehingga bersifat boros.Pada gambar terlihat bahwa permisalan hanya terdapat dua sambungan pada satu buah DSLAM. Kemudian dari ATM swicth menuju BRAS hanya menggunakan single line, artinya jika terdapat congjested pada line tersebut.
Tidak ada line lain yang dapat menopang line tersebut.

Arsitektur Jaringan Speedy Huawei




Arsitektur jaringan Speedy Huawei menggunakan Metro Ring sebagai penghubung DSLAM ke ISP.Pada DSLAM yang berbasiskan Metro Ring, dapat menampung jumlah sambungan dengan besar sehingga jika dilihat dari segi ISP, menggunakan DSLAM Huawei dapat menghemat biaya.Pada gambar terlihat bahwa permisalan hanya terdapat satu buah gedung pada satu buah DSLAM. Kemudian dari DSLAM menuju BRAS hanya menggunakan metro ring.
Yang artinya jika terdapt conjested line pada router yang digunakan, sambungan masih dapat dilakukan menggunakan line lainnya.

di kutip dai berbagai sumber